Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Tumbuh kembang anak adalah proses yang terjadi dari fase embrio sampai dewasa. proses tersebut meliputi fase perubahan fisik, emosi, tingkah laku maupun intelektual. Tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak dimulai dari tahap bayi sebelum lahir (embrio dan fetus), kemudian tahap bayi setelah lahir (postnatal). Postnatal terbagi menjadi masa neonatus, bayi, usia pra sekolah, sekolah dan remaja. Masa neonatus merupakan masa saat anak berusia (0-28 hari). Masa ini adalah masa dimana organ tubuh anak mulai berfungsi. Masa bayi terbagi menjadi dua, yaitu masa bayi dini (1-12 bulan) serta masa bayi akhir (1-2 tahun). Fase bayi dini berlangsung kontinu dan terjadi peningkatan fungsi sistem saraf. Fase bayi akhir merupakan fase saat kecepatan pertumbuhan mulai menurun tetapi mengalami kemajuan pada perkembangan motorik serta fungsi ekskresi (pembuangan hasil metabolisme tubuh).

Masa prasekolah merupakan tahapan tumbuh kembang anak di usia 2 sampai 6 tahun. pertumbuhan akan berlangsung stabil, perkembangan aktifitas jasmani bertambah serta peningkatan ketrampilan sampai proses berpikir. Tahap sekolah ditandai dengan perkembangan intelektual, anak mulai suka bermain dengan kelompok yang jenis kelaminnya sama. Fase selanjutnya adalah fase remaja, dimana akan timbul tanda kelamin sekunder pada anak. Fase ini merupakan fase transisi dari periode anak hingga dewasa oleh karenanya orang tua harus memiliki pengetahuan mengenai tips parenting yang baik untuk anak.

Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan anak diantaranya adalah

–     Faktor genetik, anak akan mewarisi watak ataupun karakter tertentu dari orangtuanya.

–     Faktor lingkungan, terbagi menjadi 2, yaitu

     Faktor pranatal, faktor yang mempengaruhi bayi saat di dalam kandungan. Contohnya gizi ibu saat hamil, infeksi dan stres yang dialami pada fase kehamilan, serta zat kimia maupun radiasi yang mungkin saja masuk dalam tubuh ibu hamil. Paparan radiasi serta sinar rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada janin, seperti kelainan jantung, mikrosefalia (kepala kecil tetapi tumbuh abnormal serta disertai dengan keterlambatan mental)

     Faktor postnatal, faktor lingkungan setelah bayi lahir, terbagi menjadi :

–      Faktor fisik, seperti keadaan dan lingkungan rumah serta cuaca atau musim.

–      Lingkungan biologis, seperti ras atau suku bangsa saat fase pertumbuhan, umur, gizi serta perawatan kesehatan yang diberikan, jenis kelamin, kepekaan terhadap penyakit, hormon serta metabolisme pada tubuh.

–      Faktor psikososial, antara lain motivasi belajar, dorongan semangat dari orangtua dan teman sebaya, perilaku teman sebaya, kasih sayang dari orangtua, dan kualitas hubungan dengan orangtua.

–      Faktor keluarga dan adat istiadat, seperti pendidikan maupun pekerjaan orang tua, jumlah saudara yang dimiliki, agama yang dianut dan pemahaman tentang norma sampai adat istiadat yang berlaku.

Demikianlah ulasan singkat mengenai tahapan tumbuh kembang anak dan faktor yang mempengaruhinya.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *