Belajar Menjaga Alam Dari Penduduk Di Raja Ampat

Nama Raja Ampat mungkin sudah tidak asing lagi bagi orang penyuka petualangan bahari. Di Kepulauan Raja Ampat terdapat kerajaan bawah laut yang begitu mempesona bagi siapa saja yang melakukan penyelaman di tempat tersebut. Laut yang bersih dan berbagai ekosistem yang masih terjaga dengan baik hingga kini di Raja Ampat, tidak terlepas dari sikap penduduk di Raja Ampat yang menyukai kesederhanaan dan merasa memiliki kewajiban serta tanggung jawab dalam menjaga alam yang telah dititipkan oleh Sanga Maha Pencipta kepada manusia untuk dijaga dan dilestarikan.

Penduduk di Raja Ampat selain punya sikap ramah terhadap alamnya, mereka juga memiliki sikap ramah kepada para wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat. Bagi para wisatawan bisa mencoba hal baru dengan berbaur bersama masyarakat Raja Ampat. Tentang keramahan ataupun tentang cara menjaga alam ini. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Raja Ampat, mereka untuk mendapatkan gurita saja, masih memakai cara yang tradhisional , yaitu dengan memakai tangan mereka sendiri. Para masyarakat disana ketika mencari gurita disaat air laut surutn, kemudian mengandalkan daun kelapa yang agak kering yang dibakar sebagai penerangan mereka. Hadirnya banyak ekosistem yang berada di tempat wisata  Raja Ampat, tidak menjadikan penduduk di Raja Ampat gelap mata. Mereka begitu menghargai alam yang berada di daerahnya dan tetap menjaga kearifan loka pada kawasan Raja Ampat. Jika wisatawan tahu bahwa penduduk di Raja Ampat tidak pernah memberikan makan kepada binatang liar, dan berdekatan dengan mereka agar kelangsunagn hidup binatang liar tersebut tidak terganggu oleh penduduk disana.

Itulah beberapa hal yang bisa kita pelajari dari masyarakat Raja Ampat dalam menjaga alamnya. Karena kita tahu bahwa alam ini diciptakan Allah untuk dijaga dan dilestarikan, bukan untuk di cemari apalagi dirusak. Mungkin dengan kesederhanaan yang dilakukan oleh penduduk di Raja Ampat tersebut dalam hal menjaga alamnya walaupun di sekitarnya terdapat kerajaan bawah laut, tapi mereka tetap tidak tergiur dengan hal tersebut dapat menjadi sindiran bagi segelintir orang didunia ini yang dengan sengaja memanfaatkan ala mini untuk memperkaya dirinya sendiri, dan melakukan pengrusakan hingga dapat mengakibatkan punahnya beberapa spesies hewan dibumi ini.

Penduduk di Raja Ampat dengan kesederhaan sikap dan keramahtamaanya dapat menjadikan wisatawan yang berada disana bisa menyimpan ponselnya kemudian berbagi kisah kepada mereka, mengenai kehidupan yang ada di Raja Ampat. Mulai dari mata pencahariannya, makanan yang berada disana, dan tidak lupa cara mereka bisa menjaga lingkungan. Karena untuk menjaga lingkungan dan melestarikan lingkungan tidak dibutuhkan gelar yang tinggi melainkan dibutuhkan kepekaan terhadap lingkungan mengenai pentingnya menjaga titipan dari Allah Sang Maha Pencipta.